Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Wednesday, August 24, 2011

Biografi Nurtanio Pringgoadisuryo : Tokoh Dirgantara Nusantara

Nurtanio perancang pesawat andalan Indonesia

Ditulis oleh Edi Nurprasetya

Selasa, 18 Maret 2008 11:13

Ditengah kemunduran bangsa kita sekarang ini ada hal yang harus diingat oleh mereka yang mengaku warga negara Indonesia. Yaitu kebanggaan suatu bangsa, walaupun bagi mereka yang apatis dan pesimis akan berkata ,“buat apaan sih?” Karena kita pecinta kedirgantaraan maka yang patut kita kenang adalah seorang perintis industri penerbangan yang dikenal orang sebagai sosok pekerja keras, rendah hati dan mencintai pekerjaannya. Mudah-mudahan generasi dibawah penulis masih pernah mendengar nama Nurtanio Pringgoadisuryo. Nama ini wajib mendapat tempat yang layak pada sejarah Republik Indonesia. Sepantasnya beliau bersama Wiweko Supono mendapat Bintang Mahaputra tertinggi karena jasa rintisannya menjadi batu pijakan untuk industri kedirgantaraan Indonesia.

Nurtanio Pringgoadisuryo lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923. Masa hidup beliau terakhir tercatat 21 Maret 1966, usia yang relatuf singkat 43 th. Beliau adalah perintis industri penerbangan Indonesia. Bersama Wiweko Soepono, Nurtanio membuat pesawat layang Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider) pada tahun 1947. Ia membuat pesawat pertama all metal dan fighter Indonesia yang dinamai Sikumbang, disusul dengan Kunang-kunang (bermesin VW) dan Belalang, serta Gelatik (aslinya Wilga) serta mempersiapkan produksi F-27.

Cita-citanya sederhana, namun belum ada yang mewujudkannya yaitu keliling dunia dengan pesawat terbang buatan bangsanya. Untuk itu, disiapkanya pesawat Arev (Api Revolusi), dari bekas rongsokan Super Aero buatan Cekoslowakia yang tergeletak di Kemayoran. Karena dedikasinya yang tinggi ia mencoba sendiri pesawat rancangannya, saat itulah Nurtanio gugur dalam penerbangan uji coba Arev. Bersama beliau turut gugur Kolonel Soepadio yang kini diabadikan sebagai nama bandara di Pontianak. Namanya, pernah melekat pada industri yang dirintisnya saat pemerintahan Soeharto merubah nama Lapip menjadi Lipnur (Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio)

Hal yang menambah rasa hormat penulis pada beliau adalah pemilihan jenis pesawat yang tepat untuk kondisi topografis dan sosial ekonomi rakyat Indonesia, Nurtanio banyak merancang pesawat yang tepat guna untuk kemaslahatan rakyat mulai jenis angkut ringan (general aviation) sampai cropduster yang efektif untuk pertanian, fogging nyamuk dll. Penulis yakin jika beliau masih hidup akan merancang water bomb untuk kebakaran hutan yang bisa menyerok air dari empang. Just kidding, cuman empangnya aje udah jadi BTN terus nyerok air dimana ya? Pesawat angkut ringan penulis pikir adalah solusi paling tepat untuk Indonesia yang topografinya membentang seluas Amerika namun ¾ wilayahnya lautan. Jika Amerika bisa membentangkan highway keseluruh sudut negeri itu Indonesia tidak bakal bisa karena krisis keuangan yang parah. Ditambah dengan faktor alam yang akrab dengan bencana penulis mengkhawatirkan keamanan moda transport darat.

Eksperimen Nurtanio yang sebenarnya sangat berguna di Indonesia yang agraris adalah modifikasi PZL Wilga (Gelatik) untuk cropduster, karena terbukti pernah mendongkrak hasil pertanian yang terserang hama. Ingat Indonesia pernah menjadi pengekspor beras masa orde baru, hal yang tidak akan terulang saat ini. Cropduster juga pernah dan bisa diimprovisasi untuk penanggulangan wabah akibat nyamuk baik itu demam berdarah, malaria atau chikungunya, hanya di Indonesia…

Cropduster bisa menggunakan sayap tetap maupun sayap putar, penulis teringat ketika masih training Commercial License di daerah San Joaquin Valley betapa padatnya daerah pertanian disana dengan Grumman Agcat, Cessna Agtruck, Piper Pawnee sampai heli yang nggak hafal jenisnya bahkan sampai malam hari!



belalang

Belalang

kunang

Kunang-kunang

Gelatik

Gelatik

Satuan Udara Pertanian (Satud Tani) sebenarnya adalah jawaban pemerintah untuk hal-hal yang disebut diatas. Sebenarnya bisa saja dengan pesawat murah meriah mengubah pesawat ringan rongsokan menjadi armada pemburu hama andal dengan modal ramean sesuai dengan luasan sawahnya sehingga terasa murah untuk petani. Jika pemerintah lewat industri pesawat menyediakan pesawatnya maka koperasi petani menanggung bensin dan obat hamanya. Keuntungan cropdusting adalah melokalisir migrasi serangan hama sehingga tidak berpindah ke daerah / provinsi lain seperti yang terjadi selama ini. Disamping itu dosis / takaran semprotan bisa diatur sehingga mengurangi pencemaran lingkungan dan mencegah peningkatan resistensi hama dan penyakit terhadap obat. Penulis melihat inilah yang dicermati Nurtanio si perintis penggunaan pesawat untuk banyak hal di Indonesia.

Pada masa perintisannya, Mayor Udara Nurtanio bersama 15 stafnya tahun 1953 dalam perbengkelan kecil Seksi Percobaan Lapangan Udara Husein Sastranegara, berhasil membuat sejumlah pesawat terbang diantaranya, pesawat serba logam (all metal) COIN (Counter-insurgency-anti gerilya) yang diberi nama Si Kumbang 1 Agustus 1954. Pesawat rancangan beliau lainnya yang pernah dibuat, Belalang 85 (1958) yang kemudian pesawat latih ini disempurnakan dan diproduksi sebagai Belalang 90. Pesawat latih ini digunakan untuk mendidik para calon penerbang Angkatan Udara dan Pusat Penerbangan Angkatan Darat. Pada tahun yang sama, Nurtanio dan para asistennya berhasil membuat pesawat olah raga Kunang 25 bermesin mobil Volkswagen. Ia juga merintis membuat prototipe helikopter Kepik dan Manyang serta girokopter Kolentang.

Seandainya saja industri pesawat kita menyediakan pesawat Counter Insurgency yang murah, efektif dan efesien maka negara kita tidak lagi didikte oleh kekuatan luar melalui separatisme. Ini hanya salah satu titik penting kemandirian suatu negara sehingga dihormati oleh kawan disegani oleh lawan. Tidak seperti TNI-AU yang kelabakan akibat embargo dan larangan menggunakan pesawat untuk pengamanan dalam negeri dari ancaman separatisme, TNI-AD sudah lebih dulu sadar hal ini dengan re-powering panser-panser tua lengkap dengan suplai onderdilnya karena Inggris juga mengembargo suku cadang tank-tanknya. Ternyata hasil modif Bengkel Pusat Peralatan Angkatan Darat ini justru enak untuk memasuki daerah yang sukar dijangkau oleh tank buatan Inggris. Selain lebih lincah dan ringan panser yang berpenggerak roda juga tepat untuk medan offroad lunak dan becek yang tidak bisa dilewati tank.

Agak nglantur sebentar, penulis bertanya-tanya apa sih susahnya merancang pesawat sederhana, murah, mudah pemeliharaanya, wong membuat yang njelimet sudah bisa? Gengsi? Ngapain gengsi dengan situasi ekonomi yang parah? Toh dunia luar sudah tahu onderdil Airbus dibuat di Indonesia, kita mampu membuat pesawat canggih, hanya saja untuk pemenuhan transport udara saat ini tidak tepat menggunakan barang mahal, karena tidak selamanya harga menentukan mutu. Dengan teknologi sederhana onderdil akan mudah didapatkan, seperti pengalaman penulis menerbangkan pesawat eksperimental fiberglass FASI Pordiga Swayasa membuktikan hal ini. Mengapa tidak dirancang pesawat yang mengandung onderdil otomotif dan menggunakan BBM mobil (mogas) yang memenuhi uji kelaikan sesuai standar yang berlaku. Jika dibuat produksi massal tentu akan menekan harga per unit sehingga dapat dijangkau masyarakat terutama didaerah yang terpencil.

Sesuai dengan wangsit hitungan penulis menunjukkan penerbangan pengumpanlah, bisnis yang menguntungkan asal menggunakan pesawat komuter ringan murah meriah sekelas Twin Otter sampai kelas F-27 bukannya pesawat berbadan sedang ala B737 keatas. Jika maskapai penerbangan dalam negeri bekerja sama dengan industri pesawat memakai pesawat murah yang dimaksud maka cukup pasar domestik tujuannya. Tidak usah berpikir untuk ekspor karena cukup sudah penghinaan negara maju yang ogah mensertifikasi pesawat Indonesia demi proteksi produk mereka. Kalau perlu malah kita yang harus memproteksi produk-produk dalam negeri. Masalah rasa nasionalisme mungkin berperan disini, toh bangsa Jepang dan India sudah melakukannya puluhan tahun lalu.

Pada perjalanannya Nurtanio bersama Wiweko Supono mantan boss Garuda adalah perancang terhebat di sejarah kedirgantaraan Indonesia. Sejak sekolah di Sekolah Teknik di Surabaya ia sudah merintis teknik rancang pesawat kecil-kecilan dengan mendirikan Junior Aero Club. Beliau juga jenis orang yang ngotot mencari ilmu kedirgantaraan yang saat itu “monopoli’ kulit putih, majalah Vliegwereld salah satu sumber ilmu yang dimilikinya adalah bukti kengototannya sebab saat itu agak sulit mendapatkannya karena harus impor dari Belanda. Junior Aero Club tambah berkibar dengan hadirnya pilot didikan Belanda, Iswahyudi. Jiwa perintis beliau nampak dalam Junior Aero Club selain sebagai pendirinya juga menularkan kecintaan terhadap dirgantara dikalangan pemuda saat itu

Down to earth alias membumi itulah yang begitu nyata pada setiap rancangannya, transportasi murah namun aman adalah ide dasar yang harus dijiwai oleh industri kedirgantaraan. Kenapa sih membuat pesawat yang mahal dan susah dioperasikan oleh Indonesia yang terus menerus krismon seperti sekarang? Karena menurunkan tarif penerbangan rasanya bukan solusi untuk transportasi dalam negeri seperti sekarang ini. Penurunan tarif hanya akan mengorbankan aspek keselamatan penerbangan, emang pesawat bisa minggir kala mogok mesinnya? Bagaimanapun penerbangan berbeda dengan moda darat seperti bus yang pemiliknya bisa masa bodoh menggunakan onderdil kelas dua untuk pemeliharaannya. Hanya dengan produksi dalam negeri yang menggunakan bahan dalam negeri juga yang menjadi solusi mahalnya tarif penerbangan.

Marsekal Muda (Purn) Salatun pada Majalah Angkasa mengatakan :

Bagi saya pribadi, keharusan bangsa kita untuk dapat membuat pesawat dan piranti lainnya didasarkan alasan filosofis: bukankah definisi bagi manusia adalah, “a tool-making animal?” Jadi selama kita baru merupakan “a tool-importing animal” kita belum menjadi manusia!

Kambing hitam mahalnya seluruh ongkos di Indonesia karena orang Indonesia yang masih bangga menjadi “Tool Importing Animal”. Penulis yakin jika terus menerus demikian negara kita akan berantakan. Penulis selalu berdebat dengan rekan baik sesama penerbang maupun non penerbang bahwa moda transportasi yang paling ideal di Indonesia adalah moda udara. Dalam tulisan penulis selalu mempromosikan betapa andalnya penerbangan komuter murah untuk mendongkrak roda perekonomian negeri Sedihnya justru dari kalangan pelaku kedirgantaraanlah tampak setumpuk hambatan baik yang nyata maupun penampakan. Jika saja spirit Nurtanio masuk ke jiwa penerbang dan pelaku industri penerbangan kita maka ide membuat transportasi udara menjadi moda yang efektif, efesien, murah dan paling aman menjadi kenyataan.

Jiwa industri Nurtanio-lah yang relevan pada situasi krisis multi dimensi Indonesia saat ini adalah kebersahajaannya dalam mencari bahan-bahan / material pesawat rancangannya. Beliau pernah membuktikan dengan bahan-bahan disekitar kita mampu membuat pesawat yang laik terbang sesuai dengan standar yang ada. Seperti pada glider uji bakat (aptitude test) NWG-1 kayu jejamu dipakai untuk mengganti spruce sedangkan kain linen pembalut sayap diganti dengan kain belacu yang murah dan mudah didapat. Bahkan ada selentingan yang entah benar atau tidak beliau pernah mengambil kawat jemuran di asrama prajurit untuk penahan sayap. Diatas segalanya penulis bertanya mengapa harus pake produksi luar negeri sih untuk melayani penerbangan kita?

Marsda Salatun menambahkan pada Majalah Angkasa sebagai berikut :

Merenungkan kembali jalan hidup Nurtanio yang kukenal mulai dari seorang aero-modeller hingga menjadi pejabat resmi yang memimpin Lapip, maka Nurtanio adalah tetap Nurtanio. Pekerja keras, tidak banyak omong (bombastis), rendah hati, sopan santun, serta bekerja dengan serba apa adanya dengan biaya rendah (low cost). Pesawat-pesawat yang diciptakannya memanfaatkan komponen dan suku cadang yang ditemukan di berbagai gudang yang tak terpakai. Gaya pendekatan yang serba rasional, tidak muluk-muluk dan down-to-earth, sesuai dengan kondisi negara yang sejak awal kemerdekaan praktis tidak pernah ideal hingga sulit menciptakan kontinuitas dan konsistenitas. Tetapi gaya Nurtanio yang realistis juga, yang menyebabkan dirinya kurang dihargai karena dianggap tidak bisa mengikuti arus megalomania.

Berdasarkan pengalaman masuk ke daerah terisolasi Aceh saat tanggap bencana tsunami penulis berpendapat untuk menjangkau daerah terisolasi pada tanggap bencana hanya mobilitas udara yang menjadi jawabannya. Hal ini yang mengusik pikiran penulis setiap menyimak berita sulitnya penanggulangan bencana ditanah air. Dropping bantuan akan dapat cepat dikerjakan dari udara ketimbang menembus hutan, gunung yang rawan bencana susulan seperti longsoran, pengaturan distribusi dapat dikerjakan oleh TNI yang berkualifikasi Pandu Udara (Pathfinder) atau Pengendali Pangkalan. Sedangkan untuk daerah yang benar-benar sulit dijangkau oleh sayap tetap bisa dilakukan oleh sayap putar. Semua mudah, murah dan cepat jika gotong royong kembali dihidupkan, mengapa harus menggunakan ongkos yang besar?

Penulis juga berpikir bagaimana jika ide para perintis penerbangan seperti Nurtanio ini ditanamkan pada calon penerbang di sekolah-sekolah terbang, supaya jangan sampai pikiran mereka yang cemerlang diambil oleh para jiran yang sudah mencuri sekian banyak gagasan dan ide para pemikir Indonesia seperti saat ini. Paling tidak potensi sumber daya manusia kita sekarang semestinya bisa merealisasikan suatu konsep industri pesawat komuter dan pertanian yang murah dengan kehandalan bersaing. Untuk melangkah ke arah itu mungkin diperlukan pemikiran yang bijak dari para pemimpin bangsa ini. Agar suatu saat pengembangan teknologi yang kita lakukan dapat lebih menyentuh seluruh kehidupan masyarakat kita. Jadi mengapa tidak, kalau potensinya ada dan menunjang, pesawat komuter dan pertanian kita kembangkan lagi dengan spirit Nurtanio. Saya memimpikan industri pesawat terbang yang sederhana dan murah tapi andal, tepat guna, berhasil guna, untuk Indonesia.

crop duster1

Cropduster

Sekali lagi saya ucapkan selamat, pertama ketika anda akan memulai membaca artikel ini, kemudian kini anda sudah membaca hingga akhir artikel. Itulah tokoh pertama dari dua tokoh nusantara yang saya janjikan di awal artikel. Tokoh kedua saya rencanakan dalam judul artikel terpisah agar anda tidak terlalu panjang dan lama dalam membaca. Saya sangat maklum kualitas membaca saya yang tidak tahan lama, dan saya berasumsi andapun tidak jauh beda dengan saya, hehehe……

Silakan diendapkan dulu semangat Nurtanio, semoga saya dan anda dimudahkan menerapkan dan mengembangkan hal-hal positif dari beliau untuk kemajuan bersama. Salam dirgantara dan aerodinamika…

ReplikaRI-X





Sumber : http://bramantya.wordpress.com/2009/11/07/tokoh-dirgantara-nusantara-nurtanio-pringgoadisuryo/

Sunday, August 21, 2011

Bung Karno Pernah Dicoba Dibunuh 6 Kali



Sejak 1950 sampai 1965 telah terjadi 6 kali percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno,

yaitu :

Penggranatan di Cikini

Terjadi pada tanggal 30 Nopember 1957, di Cikini, dimana pada saat itu Bung Karno menghadiri peringatan ulang tahun Yayasan Perguruan Cikini. Guntur dan Megawati adalah murid SD Yayasan Perguruan Cikini. Bung Karno sempat meninjau berkeliling sekitar 25 menit, dan ketika pulang tiba-tiba terdengar ledakan hebat, yang belakangan adalah ledakan granat yang dilempar dari sekitar sekolah. Para pelakunya Juyuf Ismail, Saadon bin Mohammad, Tasrif bin Husein, dan Moh Tasin bin Abubakar berhasil dibekuk dan di hadapkan ke pengadilan militer. Mereka di jatuhi hukuman mati pada 28 April 1958.

Penembakan dengan Pesawat MIG-17 ke Istana Negara

Pada tanggal 9 Maret 1960, Bung Karno sedang berada di Istana Merdek. Sebuah pesawat terbang MIG 15 terbang rendah dan meluncurkan roket tepat mengenai Istana Merdeka. Namun, Tuhan telah menggerakkan tangan-Nya untuk melindungi Bung Karno. Letnan Penerbang maukar, pilot pesawat itu mendaratkan pesawatnya di persawahan daerah garut karena kehabisan bahan bakar. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati, tetapi sebelum sempat menjalani hukumannya, Bung Karno mengumumkan amnesty umum terhadap PRRI/PERMESTA

Yang pernah memberontak. Maukar yang termasuk unsure PRRI.PERMESTA, langsung dibebaskan.

Usaha penembakan dalam acara Idhul Adha

Pada tanggal 14 Mei 1962, saat orang-orang mukmn termasuk Bung Karno sedang berjajar dalam shaf hendak mealksanakan Sholat Iedul Adha dengan mengambil tempat di lapangan rumput antara Istana Merdeka dan Istana Negara, tiba-tiba terdengar tembakan pistol bertubi-tubi diarahkan kepada Bung Karno dari jarak 4 shaf dibelakangnya. Ketika diperiksa, penembak mengaku melihat Bungkarno yang dibidiknya, ada dua orang dan menjadi bingunglah ia jendak menembak yang mana. ZTembakannya meleset tidak mengenai Bung Karno yang menjadi sasaran, sebaliknya menyerempet bahu Ketua DPR Zainul Arifin dari NU yang mengimami shalat. Orang tersebut divonis mati, tetapi ketika disodorkan kepada Bung Karno untuk membubuhkan tandatangan untuk di eksekusi, Bung Karno tidak sampai hati untuk merentangkan jalan menuju kematiannya, karena ia berpikir bahwa pembunuh sesungguhnya adalah orang-orang terpelajar ultra fanatic yang merencanakan perbuatan itu.

Seorang kiai yang memimpin pesantren di daerah Bogor H. Moh Bachrm, dituduh mengatur rencana tersebut dan memerintahkan melakukannya. Setelah meletus G30S, tempat tahanannya dipindahkan dari RTM ke Penjara Salemba berbaur dengan ribuan tahanan G30S. ditempat itu juga ditahan seorang kapten CPM yang pernah menginterograsinya. Haji Moh. Bachrum menyangkal semua tuduhan. Sikapnya terhadap tahanan G30S, sangat baik dan selama di Salemba, ia ditunjuk mengimami sembahyang berjamaan yang diikuti oleh semua tahanan yang beragama Islam yang diselenggarakan di lapangan penjara. Ia bebas lebih cepat dari pada para tahanan G30S, karena dianggap berkelakuan baik.

Serangan mortar dari gerombolan Kahar Muzakar

Di jalanan keluar dari Laangan Terbang mandai menuju Kota. Peluru mortar diarahkan untuk mengenai kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh

Pelemparan granat di Makassar

Bung Karno dilempar granat pada malam hari di Jalan Cenderawasih, saat Bung Karn dalam perjalanan menuju Gedung Olahraga mattoangnn untuk mengghadiri suatiu acara. Lemparan granat itu meleset dan jatuh mengenai mobil lain yang beriringan dengan mobil Bung Karno dan tidak menimbulkan cedera apa-apa

Terjadi ketika suatu hari Bung Karno dalam perjalanan mdari Bogor ke Jakarta dalam satu iring-iringan. Bung Karno melihat sendiri seorang laki-laki dengan gerak-gerik aneh seperti maling. Dan tiba-tiba saja melemparkan granat ke arah mobil Bung Karno.

sumber : http://www.kaskus.us/

Tuesday, July 5, 2011

Suku-suku di Indonesia


Suku Aceh di NAD : Banda Aceh, Aceh Besar
Suku Alas di NAD : Aceh Tenggara
Suku Alordi NTT : Kabupaten Alor
Suku Ambon di Maluku : Kota Ambon
Suku Ampana, Sulawesi Tengah
Suku Anak Dalam (Anak Rimbo) di Jambi
Suku Aneuk Jamee di NAD : Aceh Selatan, Aceh Barat Daya
Suku Arab-Indonesia
Suku Aru di Maluku : Kepulauan Aru
Suku Asmat di Papua

Suku Bali di Bali terdiri :
Suku Bali Majapahit di sebagian besar Pulau Bali
Suku Bali Aga di Karangasem dan Kintamani
Suku Balantak di di Sulawesi Tengah
Suku Banggai di Sulawesi Tengah : Kabupaten Banggai Kepulauan
Suku Baduy di Banten
Suku Bajau di Kalimantan Timur
Suku Bangka di Bangka Belitung
Suku Banjar di Kalimantan Selatan
Suku Batak di Sumatera Utara terdiri :
Suku Karo Kabupaten Karo
Suku Mandailing di Mandailing Natal
Suku Angkola di Tapanuli Selatan
Suku Toba di Toba Samosir
Suku Pakpak di Pakpak Bharat
Suku Simalungun di Kabupaten Simalungun
Suku Batin di Jambi
Suku Bawean di Jawa Timur : Gresik
Suku Belitung di Bangka Belitung
Suku Bentong, Sulawesi Selatan
Suku Berau di Kalimantan Timur : Kabupaten Berau
Suku Betawi di Jakarta
Suku Bima NTB : Kota Bima
Suku Boti, Timor Tengah Selatan
Suku Bolang Mongondow di Sulawesi Utara : Kabupaten Bolaang Mongondow
Suku Bugis di Sulawesi Selatan
Orang Bugis Pagatan, di Kusan Hilir, Tanah Bumbu, Kalsel
Suku Bungku di Sulawesi Tengah : Kabupaten Morowali
Suku Buru di Maluku : Kabupaten Buru
Suku Buol di Sulawesi Tengah : Kabupaten Buol
Suku Buton di Sulawesi Tenggara : Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau
Suku Bonai di Riau : Kabupaten Rokan Hilir


Suku Damal di Mimika
Suku Dampeles, Sulawesi Tengah
Suku Dani, Lembah Baliem, Papua
Suku Dayak terdiri :
Suku Punan, Kalimantan Tengah
Suku Kanayatn di Kalimantan Barat
Suku Ibandi Kalimantan Barat
Suku Mualang di Kalimantan Barat : Sekadau, Sintang
Suku Bidayuh di Kalimantan Barat : Sanggau
Suku Mali di Kalimantan Barat
Suku Seberuang di Kalimantan Barat : Sintang
Suku Sekujam di Kalimantan Barat : Sintang
Suku Sekubang di Kalimantan Barat : Sintang
Suku Ketungau di Kalimantan Barat
Suku Desa di Kalimantan Barat
Suku Kantuk di Kalimantan Barat
Suku Ot Danum atau Dohoi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
Suku Limbai di Kalimantan Barat
Suku Kebahan di Kalimantan Barat
Suku Pawan di Kalimantan Barat
Suku Tebidah di Kalimantan Barat
Suku Bakumpai di Kalimantan Selatan Barito Kuala
Orang Barangas di Kalimantan Selatan Barito Kuala
Suku Bukit di Kalimantan Selatan
Orang Dayak Pitap di Awayan, Balangan, Kalsel
Suku Dayak Hulu Banyu di Kalimantan Selatan
Suku Dayak Balangan di Kalimantan Selatan
Suku Dusun Deyah di Kalimantan Selatan : Tabalong
Suku Ngaju di Kalimantan Tengah : Kabupaten Kapuas
Suku Siang Murung di Kalimantan Tengah : Murung Raya
Suku Bara Dia di Kalimantan Tengah : Barito Selatan
Suku Ot Danum di Kalimantan Tengah
Suku Lawangan di Kalimantan Tengah
Suku Dayak Bawo di Kalimantan Tengah : Barito Selatan
Suku Tunjung, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
Suku Benuaq, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
Suku Bentian, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
Suku Bukat, Kutai Barat
Suku Busang, Kutai Barat
Suku Ohong, Kutai Barat
Suku Kayan, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan
Suku Bahau, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan
Suku Penihing, Kutai Barat, rumpun Punan
Suku Punan, Kutai Barat, rumpun Punan
Suku Modang, Kutai Timur, rumpun Punan
Suku Basap, Bontang-Kutai Timur
Suku Ahe, Kabupaten Berau
Suku Tagol, Malinau, rumpun Murut
Suku Brusu, Malinau, rumpun Murut
Suku Kenyah, Malinau, rumpun Apo Kayan
Suku Lundayeh, Malinau
Suku Pasir di Kalimantan Timur : Kabupaten Pasir
Suku Dusun di Kalimantan Tengah
Suku Maanyan di Kalimantan Tengah : Barito Timur
Orang Maanyan Paju Sapuluh
Orang Maanyan Paju Epat
Orang Maanyan Dayu
Orang Maanyan Paku
Orang Maanyan Benua Lima Maanyan Paju Lima
Orang Dayak Warukin di Tanta, Tabalong, Kalsel
Suku Samihim, Pamukan Utara, Kotabaru, Kalsel
Suku Dompu NTB : Kabupaten Dompu
Suku Donggo, Bima
Suku Duri di Sulawesi Selatan

E
Suku Eropa-Indonesia (orang Indo atau peranakan Eropa-Indonesia)

F
Suku Flores di NTT : Flores Timur

G
Suku Gayo di NAD : Gayo Lues Aceh Tengah Bener Meriah
Suku Gorontalo di Gorontalo : Kota Gorontalo
Suku Gumai di Sumatera Selatan : Lahat
Suku Komering di Sumatera Selatan : Baturaja
Suku Semendo di Sumatera Selatan : Muara Enim
Suku Lintang di Sumatera Selatan : Lahat

I
Suku India-Indonesia

J
Suku Banten di Banten
Suku Cirebon di Jawa Barat : Kota Cirebon
Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur
Suku Tengger di Jawa Timur
Suku Osing di Jawa Timur : Banyuwangi
Orang Samin di Jawa Tengah : Purwodadi
Suku Melayu Jambi di Jambi : Kota Jambi

K
Suku Kaili di Sulawesi Tengah : Kota Palu
Suku Kaur di Bengkulu : Kabupaten Kaur
Suku Kayu Agung di Sumatera Selatan
Suku Kerinci di Jambi : Kabupaten Kerinci
Suku Komering di Sumatera Selatan : Kabupaten Ogan Komering Ilir
Suku Konjo Pegunungan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Suku Konjo Pesisir, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan
Suku Kubu di Jambi dan Sumatera Selatan
Suku Kulawi di Sulawesi Tengah
Suku Kutai di Kalimantan Timur : Kutai Kartanegara
Suku Kluet di NAD : Aceh Selatan
Suku Krui di Lampung

L
Suku Laut, Kepulauan Riau
Suku Lampung di Lampung
Suku Lematang di Sumatera Selatan
Suku Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
Suku Lintang, Sumatera Selatan
Suku Lom, Bangka Belitung
Suku Lore, Sulawesi Tengah
Suku Lubu, daerah perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat
Suku Karo Sumatera Utara

M
Suku Madura di Jawa Timur
Suku Makassar di Sulawesi Selatan : Kota Makassar
Suku Mamasa (Toraja Barat) di Sulawesi Barat : Kabupaten Mamasa
Suku Mandar Sulawesi Barat : Polewali Mandar
Suku Melayu
Suku Melayu Riau di Riau
Suku Melayu Tamiang di NAD : Aceh Tamiang
Suku Mentawai di Sumatera Barat : Kabupaten Kepulauan Mentawai
Suku Minahasa di Sulawesi Utara : Kabupaten Minahasa terdiri 9 subetnik :
Suku Babontehu
Suku Bantik
Suku Pasan Ratahan
Suku Ponosakan
Suku Tonsea
Suku Tontemboan
Suku Toulour
Suku Tonsawang
Suku Tombulu
Suku Minangkabau, Sumatera Barat
Suku Mori, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah
Suku Muko-Muko di Bengkulu : Kabupaten Mukomuko
Suku Muna di Sulawesi Tenggara : Kabupaten Muna

N
Suku Nias di Sumatera Utara : Kabupaten Nias, Nias Selatan

O
Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur
Suku Ogan di Sumatera Selatan

P
Suku Papua/Irian
Suku Asmat di Kabupaten Asmat
Suku Biak di Kabupaten Biak Numfor
Suku Dani, Lembah Baliem, Papua
Suku Ekagi, daerah Paniai, Abepura, Papua
Suku Amungme di Mimika
Suku Bauzi, Mamberamo hilir, Papua utara
Suku Arfak di Manokwari
Suku Kamoro di Mimika
Suku Palembang di Sumatera Selatan : Kota Palembang
Suku Pamona di Sulawesi Tengah : Kabupaten Poso
Suku Pasemah di Sumatera Selatan
Suku Pesisi di Sumatera Utara : Tapanuli Tengah
Suku Pasir di Kalimantan Timur : Kabupaten Pasir

R
Suku Rawa, Rokan Hilir, Riau
Suku Rejang di Bengkulu : Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong
Suku Rote di NTT : Kabupaten Rote Ndao

S
Suku Saluan di Sulawesi Tengah
Suku Sambas (Melayu Sambas) di Kalimantan Barat : Kabupaten Sambas
Suku Sangir di Sulawesi Utara : Kepulauan Sangihe
Suku Sasak di NTB, Lombok
Suku Sekak Bangka
Suku Sekayu di Sumatera Selatan
Suku Semendo di Bengkulu
Suku Serawai di Bengkulu: Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma
Suku Simeulue di NAD : Kabupaten Simeulue
Suku Sigulai di NAD : Kabupaten Simeulue bagian utara
Suku Sumbawa Di NTB : Kabupaten Sumbawa
Suku Sumba di NTT : Sumba Barat, Sumba Timur
Suku Sunda di Jawa Barat

T
Suku Talaud di Sulawesi Utara : Kepulauan Talaud
Suku Talang Mamak di Riau : Indragiri Hulu
Suku Tamiang di Aceh : Kabupaten Aceh Tamiang
Suku Tengger di Jawa Timur Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo lereng G. Bromo
Suku Ternate di Maluku Utara : Kota Ternate
Suku Tidore di Maluku Utara : Kota Tidore
Suku Timor di NTT, Kota Kupang
Suku Tionghoa-Indonesia
Orang Cina Parit di Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel
Suku Tojo di Sulawesi Tengah : Kabupaten Tojo Una-Una
Suku Toraja di Sulawesi Selatan : Tana Toraja
Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara : Kendari
Suku Toli Toli di Sulawesi Tengah : Kabupaten Toli-Toli
Suku Tomini di Sulawesi Tengah : Kabupaten Parigi Moutong

U
Suku Una-una di Sulawesi Tengah : Kabupaten Tojo Una-Una

W
Suku Wolio di Sulawesi Tenggara: Buton

sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/03/inilah-macam-macam-suku-di-indonesia.html

Wednesday, March 23, 2011

Pembangunan Jembatan Selat Sunda Segera Dimulai

Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden Khusus tentang Percepatan Pembangunan Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera. Peraturan itu ditargetkan rampung April ini. Adapun pembangunannya ditargetkan mulai tahun 2014.


http://static.arsipberita.com/images/cached/_la39pbC1n_M/TBKxjKlyaRI/AAAAAAAAA8A/JcADyRhCUKI/s1600/jembatan-selat-sunda.jpg

”Semua tahapan sudah dilalui. Diharapkan, draf awal selesai bulan depan,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Rabu (23/3/2011), seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Menurut Hatta, draf peraturan presiden khusus itu telah selesai dibahas Kementerian Perekonomian. Selanjutnya, draf diharmonisasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebelum disampaikan kepada Presiden. Jika tidak ada koreksi, draf peraturan itu segera ditandatangani Presiden dan mulai diberlakukan.

Saat disinggung mengenai estimasi biaya pembangunan Jembatan Selat Sunda, Hatta menyatakan berkisar 10 miliar-15 miliar dollar AS atau Rp 87 triliun-Rp 114,5 triliun. Estimasi biaya itu masih menyesuaikan desain yang dipilih. ”(Biaya) tergantung seperti apa desainnya. Kita menginginkan ada kereta api di tengahnya. Tentu biayanya akan lebih tinggi. Kita harapkan pembangunannya tahun 2014,” kata Hatta.

Tahun lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menawarkan skema kerja sama pemerintah dan swasta dalam membangun Jembatan Selat Sunda ini. Saat itu, jembatan sepanjang 31 kilometer tersebut diperkirakan membutuhkan dana lebih dari Rp 100 triliun.

Menurut Atut, Presiden antusias sekali mempercepat pembangunan Jembatan Selat Sunda. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan solusi terbaik menghubungkan akses transportasi Jawa-Sumatera. ”Kami sudah mempunyai MoU (nota kesepahaman) antara Pemerintah Provinsi Banten, Lampung, dan pemangku kepentingan. Ke depan (MoU) akan ditingkatkan apabila sudah ada perpresnya,” kata Atut.

Selain membahas percepatan pembangunan Jembatan Selat Sunda, menurut Atut, dalam pertemuan dengan Presiden juga disampaikan rencana pembangunan pelabuhan internasional di Bojonegara, kerja sama dengan Iran dalam pembangunan kilang minyak di Banten, serta pembangunan Waduk Karian.

Dana Rp 323 triliun Sementara itu, Direktur Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prihantono di Jakarta, Rabu (23/3/2011), dalam Peluncuran Indonesia International Conference Focus on Indonesia Economy 2011, menegaskan, diperlukan dana Rp 1.923,7 triliun bagi pembangunan infrastruktur dalam lima tahun mendatang. Kebutuhan dana ini untuk memenuhi keinginan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 7 persen pada 2014.

Namun, menurut, Bambang, masih ada kekurangan dana Rp 323 triliun yang belum dapat dipenuhi oleh pemerintah, BUMN, ataupun pelaku usaha swasta untuk memenuhi kebutuhan dana Rp 1.923,7 triliun itu. ”Kekurangan dana itu diharapkan dapat ditutup dari pemerintah,” ujar Bambang.


Sumber : http://id.berita.yahoo.com/jembatan-selat-sunda-dipacu-20110323-171942-548.html

Thursday, January 27, 2011

Klaim Sumatera, Malaysia Negara Sakit Jiwa

Carolina Christina - Okezone

JAKARTA - Negara Malaysia disebut sebagai negara sakit jiwa menyusul klaimnya terhadap sebagian Sumatera sebagai bagian dari negaranya.

"Sudah sakit jiwa negara Malaysia itu, sepertinya semua warga negara Malaysia harus diperiksa kejiwaannya,"ujar aktivis Bendera Adian Napitupulu saat dihubungi okezone, Kamis (27/01/2011).

Menurut Adian, Malaysia adalah negara yang tidak mampu membesarkan dirinya sendiri sehingga untuk membesarkannya hanya mampu mengklaim dari seluruh kekayaan, kebudayaan dan keunikan milik negara-negara yang ada di dunia.

Adian kembali menjelaskan sudah saatnya pemerintah Indonesia khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus tegas melindungi dan mengangkat martabat. Jika memang SBY atau negara tidak mampu maka sebaiknya rakyat yang ada diperbatasan negeri Jiran itu harus melakukan perlawanan tanpa harus menunggu pemerintah.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2011/01/27/337/418506/337/klaim-sumatera-malaysia-negara-sakit-jiwa

Monday, January 17, 2011

Inilah Instruksi Presiden Terkait Kasus Gayus

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya membahas kasus mafia pajak Gayus Tambunan dalam rapat kabinet terbatas, Senin (17/1). Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono mengeluarkan instruksi yang dituangkan dalam Instruksi Presiden

http://matanews.com/wp-content/uploads/Karikatur-Gayus-Lupa-e.jpg

Presiden menginstruksikan penuntasan kasus Gayus, termasuk sanksi bagi pihak yang bersalah. Menurutnya ada sejumlah penyimpangan dalam kasus Gayus, baik di lingkungan pajak, peradilan, maupun keimigrasian. "Terjadinya penyimpangan dan pelanggaran pada kasus itu. Dalam hal ini kepolisian, kejaksaan, dan direktorat jenderal pajak," ujar Presiden Yudhoyono.

Berikut instruksi yang disampaikan presiden terkait kasus Gayus:

1. Polri/kejaksaan/Kemenkumham dan Kemenkeu segera tuntaskan kasus Gayus dengan melibatkan KPK dan PPATK

2. Dorong KPK untuk tangani kasus yang belum ditangani polisi

3. Audit kinerja pada lembaga yang terkait dengan kasus Gayus

4. Penegakan hukum yang adil dan tidak pandang bulu

5. Penegakan hukum dengan metoda pembuktian terbalik

6. Kembalikan uang dan aset negara

7. Mutasi dan pencopotan bagi yang bersalah

8. Penataan lembaga, organisasi, atau pejabat yang bersalah

9. Tinjau ulang sistem kerja

10.Laporan berkala penuntasan kasus Gayus

11. Jelaskan kepada masyarakat luas terkait kasus Gayus

12. Tugaskan Wapres bersama Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk pengawasan

Masyarakat berharap pemerintah serius menuntaskan dan mengungkap mereka yang terlibat dalam mafia pajak. Jika tidak, kasus Gayus hanya menjadi dagelan belaka dan jangan salahkan masyarakat jika tak lagi percaya dengan pemerintah.(ULF)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoNIVKFqLkBv4aJ5B6thTXI99n0CEuSK_bZQ8t7fQ1SSDk-1czDKqqZ9Pj_wh9xBPVtxQOJ1DPlI0DKf6xODuP4k-ZkL28jkL-qSslY9nA6lQtvp78YRxDzS0EAL37nN62k6SrVWKIch-s/s400/GAYUS+HALOMOAN+PARTAHANAN+TAMBUNAN.jpg

Wednesday, January 12, 2011

TNI AL Janji Tak Ada Pulau Milik RI Yang Hilang Lagi


Jakarta - TNI AL terus melakukan pengamanan di 12 pulau terluar. TNI AL berjanji tidak akan ada lagi pulau-pulau milik Indonesia yang hilang atau berpindah kepemilikan.

"Yakinlah, pulau-pulau terluar itu tidak akan lepas lagi," kata KSAL Laksamana TNI Soeparno dalam jumpa pers di Wisma Elang Laut, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2010).

Soeparno menjelaskan personel marinir telah lama berjaga di 12 pulau terluar itu. TNI AL juga terus melakukan patroli rutin di pulau-pulau lain yang yang tidak dijaga secara permanen.

"Sampai sekarang kita terus beraksi bahwa pulau-pulau terluar itu penting," ujarnya.

Mengenai Pulau Sipadan dan Ligitan yang lepas, Soeparno menilai setelah proses yang panjang, Indonesia memang harus merelakan pulau-pulau tersebut hilang. Hal ini diharapkan tidak terulang lagi.

"Pulau yang lepas itu memang prosesnya, artinya harus dilepas. Karena proses yang panjang dan sebagainya sehingga tidak melihat kronologis asal muasalnya sehingga ada keputusan yang membuat pulau-pulau di Mahkamah Internasional ini lepas," papar Soeparno.

Sumber: DETIK

Tuesday, January 11, 2011

Cegah Skandal Serupa Wikileaks, Pemerintah Luncurkan Siskohaneg

Wikileaks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Indonesia tak ingin menjadi korban kebocoran informasi seperti Amerika Serikat oleh situs Wikileaks. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan sedang memantapkan pelaksanaan sistem keamanan lalu lintas informasi. Pertukaran informasi yang ada di dunia maya juga akan dipantau oleh pemerintah.

"Kita juga sudah melakukan upaya-upaya, Kemhan ini sudah meluncurkan Sistem Informasi Pertahanan Negara (Siskohaneg) untuk mencegah terjadinya kasus-kasus seperti wikileaks kita siapkan mekanisme pengamanan informasi dan dokumentasi yang ada di lingkungan Kemhan dan instansi lain," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio di kantornya, Selasa (11/1).

Selain itu, pemerintah juga membuat organisasi yang namanya cyber media. "Ini untuk mengantisipasi bagaimana komunikasi yang terjadi di tingkat duna maya, cyber, sangat cepat berkembang," ujar Midhio. Dia menambahkan, hal itu dilakukan agar Kemhan bisa melakukan antisipasi sejauh mana informasi yang berkembang di media cyber.

Sumber: REPUBLIKA

Tuesday, December 21, 2010

7 Orang Paling Misterius di Indonesia

Supriyadi
http://aldiparis.files.wordpress.com/2008/08/supriyadi_11.jpg
http://djunaedird.files.wordpress.com/2008/08/supriyadi_masih_hidup_surya_online.jpg
http://gallery.swaramuslim.com/data/media/7/Supriyadi.jpg
GB
Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo elo-elo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada tidur di kelas ya, hehehe…Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.

Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membikin sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan
kini berusia 88 tahun.

Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.

Tan Malaka

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUhbngOUvDgjx7NYYwUdBvVEc8QiMXsozy2U22Mnspgcgr_3QVSYfJa0tAGhBfSaNOQLaZd0qrjdrG7_7TTonAsBb-doEADZg9XivJUO0pZ1uVgij07mWl5erYkY0NISfr5C4opaOxjLAV/s1600-r/TanMalaka_DariPendjara_ed3.jpg

Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah sedikit (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain. Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu (termasuk oleh Bung Karno) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu.

Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.

Gunadarma

Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaan nya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah “kulit” yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.

Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan “kulit” situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata symbol dan bukan merupakan nama seseorang.

Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol (kalo perlu pake empat kaki!) bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.

Ki Panji Kusmin

Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya. Disertai malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang ''menyimpang'' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya Tragedi 1965.

Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin. Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun.

Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.

Imam Sayuti alias Tebo

Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami-istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami-istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama.

Ternyata, baru tiga hari pamitan, 'Fai' pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asli). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah.

Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap 'laki-laki' itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya. Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami-istri ini layaknya anak mereka sendiri.

Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak.

Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa ’bersetubuh’ dengan manusia dan melahirkan manusia ’gado-gado’. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan ’makhluk’ ini.


Perobek Bendera Belanda di Hotel Oranje

Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka.

Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Pada saat itu teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana. Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini Sang Merah Putih yang berkibaran di angkasa.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.

Penulis Buku Darmogandhul

Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya.

Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Hal ini didapati pada untaian kisah berikut:

… wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis, …

Maksudnya: pasukanMajapahit menembak dengan senapan, sedangkan pasukan Giri berguguran akibat tidak kuat menerima timah panas. Apakah zaman itu sudah digunakan senjata api dalam berperang? Hal tersebut tidak mungkin sebab senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara.

Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab ’ngawur’ ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda. Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2009/12/7-orang-paling-misterius-di-indonesia.html

Sunday, December 19, 2010

Wanita Indonesia Sang Ahli Desain Kapal

NAMANYA Henny Poerwanti. Gelarnya berderet-deret. Maklum, ia double sarjana (mechanical engineer dan naval architect). Saat ini menetap di Singapura dan bergerak di bidang konsultan perkapalan. Sekarang dipercaya menjadi engineering manager di Modec (pemilik FPSO terbesar di dunia). Berikut pengalaman Henny, wanita Indonesia yang jago mendesain kapal.

PERJALANAN karir saya di bidang Industri perkapalan dimulai sejak tahun 1992 di Kodja Bahari Jakarta. Pada waktu itu saya mendapat kehormatan dari Kampus Politeknik untuk mensupport GTZ.

GTZ adalah sebuah lembaga milik pemerintah Jerman yang bertugas membantu negara-negara berkembang dalam memajukan negaranya. Apa hubungannya GTZ dengan dunai perkapalan? Ketika itu Kodja Bahari menjadi salah satu galangan kapal terbesar kedua di Indonesia yang menerima project pembangunan kapal penumpang Gotland Vessel milik sebuah perusahaan Swedia.

Awalnya, saya mulai bekerja sebagai designer perkapalan (specialis machinery/kamar mesin). Padahal waktu itu saya belum lulus kuliah.
Seingat saya, mereka yang dikirim dari kampus jumlahnya mencapai lima orang dan saya satu-satunya perempuan. Kehidupan yang keras mulai dari mengerjakan design, hingga turun kelapangan untuk inspeksi, lalu memberi petunjuk kepada para pekerja galangan sudah mulai saya rasakan sejak tahun 1992.

Sebagai wanita yang bekerja di dunia yang keras dan bisa menaklukkan kehebatan kaum Adam sungguh merupakan kebanggan dan kepuasan tersendiri. Bukan berarti saya tidak menghargai mereka, tetapi kemampuan otak, kemampuan dalam hal mengatur orang, bernegosisasi dan juga menyelesaikan berbagai macam problem di kantor maupun di lapangan merupakan tantangan tersendiri.

Contoh sederhana saja, ketika kuliah dulu, saya satu-satunya wanita dari 40 mahasiswa yang mengambil jurusan mesin kapal. Enggak heran kalau saya selalu di nomor kancilkan alias selalu mendapat giliran akhir setiap kali melakukan praktek lapangan, praktek bengkel ataupun uji laboratorium.
Dari yang saya ceritakan, intinya adalah kita (kaum wanita) harus bermental baja, pantang menyerah dan harus bisa berdiri sama tinggi dengan mereka kaum laki-laki.

Pengalaman dari Kodja dengan begitu minim fasilitas membentuk mental saya semakin bertambah satu lapis. Dari seorang yang pendiam dan feminim, tiba-tiba menjadi seorang yang sedikit agresif. Begitu kata ibu saya.

Agresif dalam arti, saya tidak pernah merasa takut dan kepercayaan diri otomatis selalu bertambah. Kerasnya hidup dan bekerja di Jakarta tidak membuat saya menjadi wanita yang gampang mengeluh dan juga putus asa.
Dan yang membuat saya sungguh bersyukur dapat bekerja ke Jakarta, waktu itu saya bekerja dengan insinyur dari Jerman dan saya mendapat banyak ilmu mengenai pekerjaan lapangan mulai design, inspeksi kapal, hingga pekerjaan lapangan (mengelas, memotong plat/ pipa, menyambung dan memasang ke kapal) menjadi bagian yang harus saya lakukan.

Wuihh, betapa tidak pada waktu itu saya juga satu-satunya wanita di Kodja Bahari galangan empat yang menyandang gelar diploma (masih belum ada insinyur wanita pada waktu itu di bidang perkapalan).
***
DARI Jakarta saya kembali ke kota di mana saya dilahirkan, Surabaya. Saya melanjutkan karir di bidang yang sama. Di sini prestasi saya banyak di belakang meja. Lebih banyak ke design daripada ke lapangan. Sejak itu saya mulai fokus pada design kapal, mulai dari kapal untuk kepentingan militer, kapal tanker, kapal cargo (bulk carrier) hingga kapal penumpang.

Ketika mengerjakan kapal cargo, saya mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke negeri Belanda untuk mengikuti training. Kesempatan itu menjadi pintu kedua bagi saya untuk bisa melihat dunia luar.

Tidak mudah untuk bisa berangkat ke Belanda, jika tidak karena kepala bagian saya yang pada waktu itu berjuang untuk membela hak saya. Mengapa? Sebenarnya, mereka yang akan dikirim adalah karyawan lain yang sama sekali tidak mengerjakan proyek ini.

Kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa persaingan di dunia perkapalan adalah sangat kuat antara laki-laki dan wanita. Kami kaum hawa mungkin masih dianggap kurang mampu untuk menerima tugas atau tanggung jawab yang berat. Tetapi tentu saja Tuhan berkehendak lain dan itu patut saya syukuri.

Penjalanan yant tidak pernah saya bayangkan dan impikan, tetapi menjadi perjalanan karir saya adalah berangkat ke Jerman. Waktu itu sekitar tahun 1997 terjadi krisis di Indonesia dan dunia pekapalan mulai sepi. Saya memutuskan untuk berangkat ke Jerman mengambil double degree di bidang design kapal. Oh iya, gelar insinyur saya selesikan di Surabaya di sebuah Universitas swasta.

Pertimbangan waktu itu adalah saya cenderung mengumpulkan pengalaman di banding konsentrasi melanjutkan kuliah ke universitas milik pemerintah. Itu juga atas anjuran ayah saya yang mensupport saya 100 persen agar saya bisa survive di bidang saya, sebagai wanita bukan jalur akademis yang penting tetapi pengalaman dan kemampuan mendesign serta pengalaman membangun kapal lebih bisa dihargai.

Di Jerman saya tinggal di Kota Bremen dan di situ ada sebuah universitas yang dikenal sangat bagus di bidang perkapalan dan kelautan (marine & offhore). Dengan modal tekad dan kemampuan bahasa Jerman, saya melanjutkan study sembari bekerja sebagai partimer di beberapa perusahaan dan galangan kapal. Selain uang yang menjadi tujuan saya, juga ilmu serta pengalaman yang menjadi incaran saya.

Yang unik adalah ketika saya mulai bekerja (tiga bulan setelah kedatangan saya di Jerman), semua itu terjadi atas bantuan bekas manager saya yang berhasil saya hubungi. Dan alhamdulillah saya diberi kesempatan bekerja selama tiga bulan dengan fasilitas yang lumayan.

Banyak rekan saya yang terheran-heran ketika saya mendapatkan mobil dari perusahaan. Saya semakin percaya diri dan tidak takut sendiri hidup di negeri orang. Prinsip niat baik dan 'do the best' selalu menajdi pegangan saya.
Tiga bulan saya berada di Departement Engineering, tepatnya di bagian Mechanical Engineering.

Di sana saya banyak belajar mengenai system, detail design dan bahkan DIN (Standart Technik Jerman). Bayangkan saya belajar bagaimana satndart yang diakui oleh dunia internasional itu dibuat. Bangga juga dong jika saya mengerti proses dari pembuatan standarisasi. Selama tiga bulan, saya bekerja partime di galangan kapal Luerssen di Vegesack.

Tahu tidak betapa galangan ini merupakan galangan kapal yang sangat terkenal di seluruh dunia dan membangun kapal-kapal militer. Sepertinya Tuhan sudah mengatur dan memberi saya persiapan sebelum berangkat ke Jerman. Betapa tidak, ketika di Jakarta saya bekerja di perusahaan Jerman, sehingga profesionalisme dan sistem kerja mereka saya sudah menguasainya.
Kemudian di Surabaya saya juga mengerjakan kapal-kapal militer dan bertemu dengan bekas manager saya yang memberi kesempatan saya untuk bekerja juga di Jerman. Sepertinya semua itu bukanlah kebetulan, alhamdulillah.

Pengalaman di Jerman, cukup meyakinkan profesor untuk bisa memulai kuliah di semester yang lebih tinggi. Dan akhirnya saya hanya mengulang di semester empat, tapi harus mengerjakan tugas design yang sudah diberikan sejak semester satu dengan waktu hanya tiga bulan.

Sempat juga ada perasaan tidak yakin. Dan orang pertama yang saya hubungi adalah bapak saya dan kakek saya, karena motivator kebanggaan dan favorite saya. Saya telepon, "Pak doakan saya ya untuk bisa ke semester lima saya harus menyelesaikan design ini dalam waktu tiga bulan."

Padahal normalnya nih kalau yang namanya basic design itu dan main frame design, harusnya memakan waktu setahun. Ayah saya menimpali, "Iso, yakin iso... ojo lali ndungo (bisa, yakin bisa dan jangan lupa berdoa)."

Saya lalu mulai mengerjakan tugas dengan telaten. Selama tiga bulan saya selalu pulang jam 04.00 pagi dari kampus. Padahal, jam 08.00 pagi saya sudah harus di kampus lagi untuk mengikuti kuliah.

Perjuangan yang berat, apalagi tantangan musim sering menjadi hambatan karena badan saya suka masuk angin. Tiga bulan bulan berlalu dan semuanya berjalan seperti yang saya harapkan yaitu design saya selesai dan diterima.
Selama kuliah, saya tidak tinggal diam dan banyak menjalin hubungan dengan orang-orang yang saya anggap bisa menjadi sumber referensi saya.

Dan saya ajuga bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan konsultant perkapalan, mulai dari bagian kontrol dokumen (doc control) hingga mengerjakan design. Kemudian saya juga banyak mengikuti seminar serta mendapat kesempatan bekerja di sebuah badan klasifikasi kapal milik Inggris yaitu Lloys Register yang berada di Kota Hamburg. Bremen ke Hamburg hanya satu jam perjalanan menggunakan kereta.

Di Hamburg atau tepatnya di LR, saya banyak belajar bagaimana sebuah design disetujui oleh badan klasifikasi. Sebab tanpa design dan perhitungan yang disetujui oleh badan klasifikasi kapal, maka kapal tidak akan pernah boleh dibangun.

Di Hamburg saya berkunjung ke perusahaan pemilik kapal yang terkenal yaitu Komswroski. Perusahaan itu banyak mendanai kapal-kapal yang di bangun untuk kepentingan negara kita. Saya mencoba menawarkan galangan-galangan kapal di Indonesia yang lain selain PT.PAL yang mungkin bisa membantu proyek-proyeknya.

Yang saya temui tidak hanya perusahaan itu saja, tetapi juga pemilik kapal yang lain seperti Lauterjung. Tujuan saya adalah ingin mempromosikan galangan kapal di Indonesia yang ternyata mampu dan boleh disejajarkan dengan kemampuan galangan-galangan kapal di Eropa.

Suka dan dukanya tentu ada, terutama ketika saya harus duduk satu meja dengan mantan direktur saya. Dimana saya waktu itu berada di pihak owner/ pemilik kapal yang sedang dibangun di PT PAL. Saya tidak berkecil hati dengan pandangan banyak mata yang menatap sinis (ini kenyataan). Justru saya bangga karena manusia kecil seperti saya dan tidak sedang bermimpi menjadi begitu terhormat pada waktu itu.

Saya menyelesaikan sekolah tepat pada waktunya dan saya putuskan untuk pulang ke Indonesia (Mei 2006) dan menolak tawaran dari sebuah perusahaan untuk bekerja di Jerman. Saya tetap wanita dan seorang istri, dimana harus mengikuti kemana suami saya pergi dan anak-anak saya berada.
***
DI Indonesia saya hanya sempat enam bulan saja dan bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Kemudian tahun 2007, tepatnya 6 Januari saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Galangan Kapal Sembawang di Singapura.

Di Singapura saya sudah bekerja di lima perusahaan dan dua diantaranya adalah galangan kapal Sembawang dan Keppelfels. Saya memulai bekerja di Sembawang Shipyard, ikut berpartisipasi dalam dua proyek pentingnya membangun Pipe Lying Vessel dan Jack Up Rig.

Dari Sembawang saya mendapat kesempatang bergabung dengan pembangun rig (rig builder) terbesar di dunia yaitu Keppelfels dan ikut mengerjakan dua proyeknya. Dari galangan kapal hingga bekerja sebagai sebagai senior engineer di perusahaan pemilik kapal seperti Compas Energy dan Modec merupakan batu loncatan yang luar biasa. Melalui perjuangan yang keras untuk bisa meyakinkan mereka bahwa saya sebagai wanita juga mampu menjalankan pekerjaan ini. Terbayar sudah....

Sumber: TRIBUN

Thursday, December 9, 2010

Makna Dibalik Patung-Patung Di Jakarta

1. Patung Selamat Datang
Nama plesetan : Patung jali-jali, patung HI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP4at4Mx3TtYhemsmasMyQgIw8078fuZT2zkJHEpkmpGL7qwCXzrD7xq-nYCtoCH-1jSLwDefg7gYfDXO5beTLD5BBAdi241xnJtQXcDawSzpPQ21QtTTq-eZeDrhpBsItCSGb3x9aXyo/s320/tugu+selamat+datang.jpg
Patung Selamat Datang dibangun buat nyambut para atlit peserta Asian Games IV tahun 1962. Patung ini ada di depan gedung Hotel Indonesia yang mana berdiri persis diatas air mancur bunderan HI. Patung perunggu ini dibuat sama Edhi Sunarso, dan dirancang sama Henk Ngantung mantan Gubernur Jakarta. Sesuai sama namanya, patung ini berdiri untuk ngasih salam selamat datang buat para pendatang karena emang patung ini ngadep ke arah Kota (Utara) sebagai pusat bisnis, perdagangan dan pendatang dari pelabuhan waktu itu.

Disekitar patung ini ada lima formasi Air Mancur yang dijadiin simbol ideologi Negara Republik Indonesia, Pancasila. Katanya sih ini juga jadi simbol dari tanda memberi salam kepada kota Jakarta sebagai kota Ibu Negara dan Kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang, Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu. Maksudnya Jakarta emang gak pernah tidur kali yeee..

2. Patung Arjuna Wijaya/ Patung Asta Brata
Nama plesetan : Patung kuda setan, Patung delman
http://img.photobucket.com/albums/v739/alexdidit/patung2.jpg
Patung Arjuna Wijaya yang dibangun Agustus 1987 ini ngegambarin Arjuna dalam perang Baratayudha yang kereta perangnya ’disetirin’ sama Batara Kresna. Adegan patung karya pematung Nyoman Nuarta itu diambil dari fragmen waktu mereka melawan Adipati Karna. Kereta itu ditarik delapan kuda, yang melambangkan delapan ajaran kehidupan yang diidolai oleh Presiden Soeharto. Asta Brata itu meliputi falsafah bahwa hidup harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung itu nempel prasasti yang bertuliskan ‘Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir.’

Pada waktu pembuatannya, karena keterbatasan dana, akhirnya patung itu dibuat dari bahan poliester resin yang punya kelemahan mudah rapuh jika terkena sinar ultraviolet. Emang kebukti kok kalu patung ini mulai keropos, sampe akhirnya tahun 2003, patung ini direnovasi dengan menelan biaya 4M (4 miliar, bukan 4 meter!!!) dan material patungnya diganti dengan bahan tembaga.

3. Patung Dirgantara
Nama plesetan: Superman, Patung’hey kamu’, Patung Pancoran
http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/09/pancoran-1.jpg
Patung yang ada didaerah pancoran ini dirancang sama Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta atas permintaan Bung Karno buat nampilin keperkasaan dan kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia. Patung ini ngadep ke Utara dengan tangannya mengacung ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Lokasinya deket sama Markas Besar Angkatan Udara di Selatannya dan Bandar Udara Domestik Halim Perdana Kusuma di Tenggaranya. Karena bertempat di kawasan Pancoran makanya patung ini sering dibilang patung Pancoran. Oia, ada gosip yang bilang kalo Presiden Soekarno harus jual mobilnya buat ngebiayain pembuatan patung ini.

4. Patung Pahlawan
Nama plesetan : Patung Pak Tani dan Ibu tani
http://ariesaksono.files.wordpress.com/2008/05/2008_0716jktcity_0118.jpg
Patung ini dibuat buat ngasih penghargaan pada para pejuang kemerdekaan Indonesia, dilambangin dengan seorang laki-laki yang make caping, nyandang senapan dan lagi minta restu pada wanita yang ada disisinya untuk maju ke medan perang. Mungkin karena suka pake caping itu kali yaa orang-orang jadi bilangnya itu patung Pak Tani. Tapi katanya sih, patung ini juga simbolisasi gerakan politik petani.

Ide patung ini dimulai waktu Soekarno ke Moskow dan doi terkesan banget sama patung-patung yang ada disana. Kemudian Presiden Rusia saat itu ngenalin Soekarno ke seniman patung, Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer. Mereka pun diundang dateng ke Indonesia untuk ngebuat patung yang melambangkan semangat kemerdekaan. Disinilah kedua pematung itu berkelana dan nemuin legenda Jawa Barat yang berkisah tentang seorang Ibu yang mengiringi anaknya untuk pergi berperang. Sang Ibu ngasih semangat supaya memenangkan setiap peperangan dan selalu inget sama orang tua dan negaranya. Patung perunggu ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia pake kapal laut, diresmikan tahun 1963 oleh Presiden Soekarno dan pada papan di monumen ini tertulis "Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar".

5. Patung Pemuda Membangun
Nama plesetan : Pizza Man, Patung Laki-laki bawa obor
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim7OaXsx9yFPGBrARDOhjMS2x1gZS_eMtMLiYe8k5HIdjTpRY8YTq3dzNnziecVVNP08qnJDeJl0EmS9uYyKuXRJ0ItN6-ekUjuCn8rJk9TaGppPsb11RkmTJIN9bWJR4wNhUd4Zvvrj4/s320/2008_0501jktcity00722.jpg
Patung ini dibuat sebagai penghargaan untuk pemuda dan pemudi dalam keikut sertaannya pada pembangunan Indonesia. Patung ini dilambangin sama seorang pemuda gagah dan kuat sedang memegang piring berisi api yang tak pernah padam sebagai perwujudan semangat pembangunan yang tak pernah mati. Awalnya direncanain untuk diremiin di Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971, tapi karena pembangunan belum selesai akhirnya diresmiin pada bulan Maret 1972. Patung ini terletak di Bunderan Senayan, tempat strategis sebagai titik temu antara Senayan sebagai pintu gerbang Jakarta Pusat dengan area Jakarta Selatan.

sumber: kaskus.us

Wednesday, November 24, 2010

Alat Pemantau Gempa Anak Krakatau Tidak Berfungsi


Alat Pemantau Gempa Anak Krakatau Tidak Berfungsi

Kalianda, Lampung (ANTARA) - Alat pemantau gempa Gunung Anak Krakatau tidak berfungsi sehingga intensitas dan aktivitas gunung tersebut tidak terpantau dari pos pengamatan selama dua hari ini.

Kepala Pos Pengamatan GAK di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, mengatakan, di Rajabasa, Rabu, mengatakan, alat penangkap getaran gempa tidak mendapatkan energi dari panel surya karena tertutup abu vulkanik yang selama ini menyembur.

Dia menjelaskan, alat tersebut merupakan sistem pembangkit tenaga surya yang akan mensuplai energi alat penangkap kegempaan untuk menghantarkan intensitas kegempaan ke seismometer.

"Kerusakan terjadi selama dua hari ini, dan seismograf tidak berfungsi karena tidak mendapatkan sinyal getaran dari alat tersebut," kata dia.

Dia menerangkan, kerusakan terjadi pada elemen untuk mencharger panel surya sebagai penangkap kegempaan dan harus dibersihkan terlebih dahulu karena tidak dapat menyerap sinar matahari.

Untuk sementara ini, kata dia pihaknya memantau secara visual menggunakan teropong meskipun terkadang tertutup kabut sehingga Gunung Anak Krakatau sama sekali tidak nampak.

Menurutnya, perbaikan akan segera dilakukan oleh tim dari Badan Vukanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (BVMBG) Bandung.

"Kami tidak dapat memastikan kapan alat tersebut akan diperbaiki dengan membersihkan panel tersebut dari abu vulkanik," kata dia.

Dia mengatakan, kendala perbaikan itu sendiri nantinya terkendala karena lontaran atau semburan material panas berjatuhan di tubuh Anak Krakatau sedangkan dan panel surya tersebut berada di gunung tersebut.

"Mengingat statusnya waspada maka Anak Krakatau tidak didekati dengan radius aman minimal dua kilometer," kata dia.

Berdasarkan data terakhir Senin (22/11), jumlah letusan Gunung Anak Krakatau sebanyak 54 kali, gempa vulkanik dalam satu kali, gempa vulkanik dangkal empat kali, tremor 26 kali, dan hembusan 39 kali dan masih berstatus waspada.

Sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20101125/tpl-alat-pemantau-gempa-anak-krakatau-ti-cc08abe.html

Sunday, November 21, 2010

Dewa Ruci, Kebesaran Maritim Indonesia

Diiringi dentuman meriam dan disaksikan ratusan warga Belgia, KRI Dewa Ruci, Selasa (13/7/2010) petang waktu setempat atau Rabu (14/7/2010) pagi, meninggalkan Pelabuhan Antwerpen, Belgia. Selanjutnya kapal latih TNI AL ini akan mengikuti Tall Ships Races 2010 di Denmark.

JAKARTA, KOMPAS.com — Buku mengenai KRI Dewa Ruci berjudul Sebuah Kisah Nyata Dewa Ruci, Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra diluncurkan pada Jumat (19/11/2010) di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur. Buku ini berisi mengenai perjalanan pertama KRI Dewa Ruci pada tahun 1964.

Dalam buku setebal 472 halaman ini, Cornelis Kowaas menuliskan pengalamannya berlayar bersama KRI Dewa Ruci. Pengalaman manis dan pahit dia tulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh berbagai kalangan.

Menurut Eddy Prastyono PhD, Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia, setidaknya ada tiga kekuatan yang dimiliki buku ini. Kekuatan pertama adalah teknik penulisan dan alur cerita yang sangat baik.

"Bagaimana Pak Kowaas menceritakan pengalaman unik secara sangat baik, misalnya saat salah satu kru kapal mendekati seorang wanita Mediterania. Kru ini minta berkunjung ke rumah si wanita, padahal di sana kalau pacaran di rumah itu artinya melamar," kata Eddy.

Kekuatan kedua buku ini adalah mengenai substansinya. Eddy menjelaskan bahwa ternyata kapal Dewa Ruci selalu mendapat sambutan yang luar biasa saat melakukan kunjungan ke negara lain. "Jadi, kunjungan kapal ke mana-mana itu merupakan diplomasi juga yang tidak kalah efektifnya dengan diplomasi resmi," ujarnya.

Adapun kekuatan ketiga dari buku ini, lanjut Eddy, adalah bagaimana Kowaas menunjukkan bahwa dengan pelayaran ke luar negeri, Indonesia menunjukkan eksistensi dan kebesaran negara.

"Saat ketemu kapal-kapal lain, ternyata berlayarnya suatu kapal itu merupakan simbol eksistensi bangsa. Kita menunjukkan bahwa kita bangsa yang besar," ujarnya.

Kowaas sendiri berharap, buku ini dapat mengingatkan masyarakat, terutama kaum muda, terhadap kebesaran Indonesia di bidang kelautan. "Dengan buku ini, saya berharap kita ingat bahwa kita itu bangsa maritim. Kebanggaan kita jangan pernah pudar akan hal itu," katanya.

Sumber : KOMPAS

Bentuk Baru Uang Logam 5.000 Rupiah

Ngomongi soal modal usaha pasti yang langsung terbersit di benah kita adalah soal uang. Nah kali ini BankIndonesia (BI) akan mengeluarkan uang pecahan Rp 5.000 dalam bentuk uang logam. Hal tersebut sesuai dengan rencana bank sentral yang ingin mengembangkan peredaran uang logam karena lebih efisien dan tahan lama.
untuk saat ini belum (menerbitkan uang logam) namun masih dalam kajian sebenernya uang logam itu bisa sampai Rp 5.000, kata Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Namun Budi belum bisa memastikan kapan rencana penerbitan uang logam 5000 rupiah ini dilakukan. “Saat ini masih dalam wacana,” tuturnya.

Budi menambahkan, pecahan dalam bentuk uang logam dengan nilai yang paling besar saat ini Rp 1.000, yang diresmikan Wakil Presiden Boediono pada 20 Juli 2010. Menurut Budi, penggunaan uang logam sebenarnya lebih efisien dibandingkan dengan uang kertas.

“Uang koin atau logam itu lebih efisien dan bisa lebih awet. Serta biayanya pengedaran uangnya lebih murah dimana biaya dibagi massanya itu lebih kecil,” tuturnya.
1 Uang Logam 5000 Rupiah
Menurut Budi, pengembangan uang logam 5000 rupiah ini juga seiring dengan kampanye bank sentral pada beberapa waktu lalu yakni Gerakan Peduli Koin. Gerakan tersebut bertujuan untuk mendorong tumbuhnya budaya masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan uang pecahan koin dalam kegiatan transaksi dan mendorong agar pedagang memiliki budaya yang sama dan bertanggung jawab dalam memberikan hak konsumen berupa pengembalian dalam bentuk uang bukan bentuk lainnya.

Gerakan peduli koin nasional ini dilakukan bank sentral bersama dengan Kementerian Perdagangan beserta Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) yang dicanangkan pada 31 Juli 2010.

Mudah-mudahan saja dengan adanya uang logam 5000 rupiah ini semakin mempermudah kita dalam proses transaksi keuangan, karena tentu uang koin akan lebih simpel dari uang kertas dan tentu tahan lama.

source: http://www.borneo.web.id/uang-logam-5000-rupiah.html

Pemerintah Wajibkan Pertamina Bangun Kapal di Indonesia


REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mewajibkan PT Pertamina membangun kapal di galangan kapal Indonesia, mengingat kompetensi mereka sudah mendapat pengakuan secara internasional. "Kualitas tenaga kerja yang dimiliki sejumlah perusahaan galangan kapal nasional cukup andal, putra-putra terbaik anak bangsa yang diharapkan mampu memenangkan persaingan di tingkat internasional," kata Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian Negara BUMN, Irnanda Laksanawan, di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, selama ini banyak perusahaan ternama baik swasta maupun berstatus BUMN justru memesan kapalnya ke galangan kapal luar negeri seperti Cina. "Kalau mereka mengoptimalkan produksi kapalnya di Indonesia maka perputaran uang tetap berada di dalam negeri tidak lari ke asing," ujarnya.

Bahkan, jelas dia, pembuatan kapal di dalam negeri bisa menghemat sekitar delapan juta dolar Amerika Serikat dibandingkan memesan di luar negeri. "Pelaku galangan kapal nasional harus menyambut baik peluang ini," kata Irnanda Laksanawan.

Namun, Irnanda Laksanawan mengimbau, kinerja produsen kapal nasional harus profesional seperti kerja cepat, kualitas bagus, pengiriman kapal tepat waktu, dan harganya kompetitif. "Terkait belum adanya titik terang penetapan harga kapal elpiji yang akan dipesan Pertamina ke PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), bisa dibicarakan lebih lanjut," kata Irnanda Laksanawan.

Untuk itu, Irnanda Laksanawan meminta, Pertamina membuat laporan yang ditujukan kepada Kementerian Negara BUMN. Namun, pihaknya tidak memberi tenggat waktu khusus kapan pelaporan Pertamina harus dilakukan. "Yang penting segera laporkan kepada kami," ujar Irnanda Laksanawan. Dengan cara tersebut, Irnanda Laksanawan optimistis, pemesanan kapal perusahaan minyak dan gas bumi itu tidak akan dilakukan di negara lain.

Sumber: REPUBLIKA

Friday, November 12, 2010

Geolog Jepang Pasang Tiga Infrasonik untuk Pantau Merapi

Pemantauan aktivitas Gunung Merapi ditambah dengan alat yang disebut infrasonik. Yaitu berupa mikrofon yang bisa menangkap suara aktivitas Merapi. Geolog asal Jepang memberikan batuan tiga mikrofon dan selalu memantau keberadaan dan fungsi mikrofon tersebut.


Mikrofon infrasonik tersebut dipasang untuk mempertajam pantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan memperoleh grafik aktivitas gunung dengan lebih baik.

“Selama ini yang terjadi di lapangan, petugas pengamatan tidak mendengar suara letusan, dengan mikrofon itu bisa diperoleh grafik data yang lebih akurat,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, di Yogyakarta, Jumat (12/11).

Dijelaskan, mikrofon tersebut mampu menangkap gelombang tekanan udara yang ditimbulkan oleh letusan Gunung Merapi. Sehingga pengamatan aktivitas Gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu tidak hanya berdasarkan pengamatan visual dan alat-alat pada seismometer.

Selanjutnya, data yang masuk akan dianalisis sebagai data statistik tambahan yang akurat soal aktivitas dan jumlah letusan Merapi. Mikrofon tersebut dipasang di luar zona 20 kilometer dari puncak Merapi.
.
“Selain di Merapi juga dipasang di Gunung Krakatau dan Gunung Semeru,” kata Surono.

Sebanyak tiga geolog dari Jepang juga mengamati aktivitas Merapi. Ketiga geolog Jepang adalah Kenji Nogami dengan keahlian di bidang "volcanic chemistry", Masato Iguchi bidang "physical vulcanology" dan Takayuki Kaneko di bidang "volcanic geology". Selain geolog juga ada satu ahli bidang penyakit saluran pernafasan yaitu Satoru Ishii.

Menurut Iguchi, alat tersebut sangat efektif karena terkadang puncak Gunung Merapi diselimuti kabut sehingga tidak terlihat adanya letusan, padahal kenyataannya gunung tersebut meletus.

"Geolog dari Jepang terus memberikan pendampingan dari sisi keilmuan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi," kata dia.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/11/12/brk,20101112-291381,id.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...